Apakah Semua Penelitian harus Memiliki Research Gap?

Bagi mahasiswa pejuang skripsi, ada satu istilah yang harus Anda kuasai sebelum memulai: Research Gap (Kesenjangan Penelitian).

Research Gap adalah kekosongan, celah, atau aspek-aspek spesifik dari suatu topik yang belum diteliti secara tuntas oleh penelitian sebelumnya, atau masih memerlukan perhatian, penjelasan, dan pembuktian lebih lanjut.

Lantas, kenapa penemuan dan penentuan Research Gap menjadi sangat penting dalam menyusun Skripsi? Berikut adalah 3 alasan utamanya:


3 Alasan Research Gap Menentukan Kualitas Skripsi

1. 🌟 Kunci Mendapatkan Novelty (Kebaharuan) Riset

Research Gap adalah mesin penentu orisinalitas riset Anda.

  • Tindakan: Dengan menganalisis kesenjangan antar penelitian serupa sebelumnya, Anda akan tahu persis hal apa yang luput atau belum dikaji. Inilah yang menjadi peluang novelty Anda.
  • Strategi Cepat: Untuk mempermudah pencarian, selalu cek pada bagian terakhir Abstrak atau pada sub-bab Saran (Rekomendasi) di Bab Penutup Skripsi terdahulu. Peneliti sebelumnya seringkali meninggalkan ‘petunjuk harta karun’ di sana!

2. Kontribusi Nyata terhadap Ilmu Pengetahuan

Sebuah penelitian yang baik harus memberikan nilai tambah. Research Gap memastikan penelitian Anda tidak hanya mengulang apa yang sudah ada.

  • Nilai Tambah: Ketika topik yang Anda teliti, meskipun hanya modifikasi atau pengembangan, mengisi celah yang belum terjamah, maka naskah skripsi Anda layak dijadikan rujukan oleh peneliti berikutnya.
  • Dampak: Ini adalah bukti nyata bahwa Anda telah memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan atau studi tertentu di bidang Anda, melampaui sekadar pemenuhan syarat kelulusan.

3. Otomatis ‘ACC’ oleh Dosen Pembimbing & Penguji

Ini adalah keuntungan paling praktis! Dosen Pembimbing (Dosbing) dan Dosen Penguji selalu mencari riset yang menarik dan penting.

  • Daya Tarik: Saat Anda sebagai mahasiswa mampu menawarkan ide skripsi yang didasarkan pada kesenjangan yang valid (misalnya: meneliti variabel yang belum pernah dihubungkan, atau menguji teori lama pada konteks baru), Dosbing akan melihat potensi besar.
  • Memudahkan Bimbingan: Dengan Research Gap yang kuat, Dosbing akan otomatis menyetujui ide Anda karena dianggap lebih menarik, relevan, dan memiliki urgensi akademik. Ini akan memperlancar proses bimbingan Anda sejak awal.

Bagi mahasiswa pejuang skripsi, tetap semangat! Kalian tidak sendirian.

Ingat pepatah bijak: “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, tetapi skripsi yang unggul adalah skripsi yang berhasil mengisi Research Gap.”


Jika Anda membutuhkan panduan intensif tentang cara menemukan, merumuskan, dan mempertahankan Research Gap Anda di hadapan dosen:

Jangan ragu untuk mencari bimbingan intensif! Kuasai ilmu menemukan Research Gap agar skripsi Anda bukan hanya selesai, tetapi juga berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *