Stop Cara Manual! Bikin Footnote Karya Ilmiah Cuma 5 Detik Pakai 3 Style Mendeley Ini

Halo para penulis karya ilmiah!

Apakah Anda masih menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengetik Catatan Kaki (Footnote) secara manual? Mengganti angka, mengatur format penulis, dan memastikan letaknya pas di kaki halaman?

Jika jawaban Anda ya, Selamat Datang di Era Efisiensi!

Di zaman teknologi serba cepat ini, membuat footnote secara manual adalah resep pasti untuk stres, error penomoran, dan pemborosan waktu. Untungnya, kita punya Reference Manager seperti Mendeley yang siap menjadi penyelamat.


Apa itu Footnote dan Mengapa Ia Begitu Penting?

Footnote (Catatan Kaki) adalah catatan kecil di bagian bawah halaman yang memiliki dua fungsi utama dalam karya tulis ilmiah:

  1. Sumber Sitasi/Referensi: Menunjukkan sumber kutipan atau ide yang Anda gunakan.
  2. Penjelas Tambahan: Memberi informasi ekstra atau konteks yang tidak dapat dimasukkan ke dalam teks utama.

Tanda nomor urut (superscript) di akhir kalimat/kata adalah penanda footnote. Masalah muncul saat Anda menambah atau menghapus satu kutipan, yang lantas merusak penomoran seluruh dokumen Anda.

Solusinya? Otomatisasi dengan Mendeley!


🎯 Tiga Style Mendeley Favorit untuk Format Catatan Kaki (Footnote)

Mendeley memungkinkan Anda memilih citation style yang secara otomatis akan mengubah sitasi (in-text) Anda menjadi format footnote atau endnote. Berikut adalah tiga style paling populer yang wajib Anda coba jika kampus Anda menganut sistem Catatan Kaki:

No.Style MendeleyCiri Utama & Kegunaan
1Chicago Manual of Style 17th Edition (Full Note)Paling Populer. Menyajikan detail referensi lengkap (nama penulis, judul, penerbit, tahun, halaman) pada sitasi pertama. Sitasi berikutnya menggunakan format singkat (short form).
2Turabian 9th edition (full note)Mirip dengan Chicago. Turabian sering digunakan di bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Sangat ketat dalam aturan penulisan footnote dan bibliography.
3Oxford University Press (Note)Umum digunakan di lingkungan Inggris dan Eropa. Menyediakan format footnote yang rapi dan sering dipadukan dengan bibliography di akhir.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Anda cukup mengklik “Insert Citation” di plugin Mendeley Word, dan boom! Mendeley akan:

  1. Otomatis menambahkan angka superscript yang urut.
  2. Otomatis meletakkan teks referensi di kaki halaman sesuai style yang Anda pilih.
  3. Otomatis memperbarui urutan penomoran setiap kali Anda menambah atau menghapus sitasi.

🔑 Tips Mahir Footnote: Aturan Ibid, Op-Cit, dan Loc-Cit

Setelah Anda menggunakan salah satu style di atas, Anda akan menemukan bahwa Mendeley juga secara cerdas menangani aturan penyingkatan sumber yang sama, yaitu:

  • Ibid. (Ibidem): Digunakan ketika sumber yang dikutip sama persis dengan sumber tepat di atasnya.
  • Op. Cit. (Opere Citato): Digunakan ketika sumber sudah pernah dikutip sebelumnya, tetapi disela oleh sumber lain.
  • Loc. Cit. (Loco Citato): Digunakan ketika sumber dan nomor halaman sama persis dengan sumber yang dikutip di halaman-halaman sebelumnya.

Mendeley, dengan style seperti Chicago dan Turabian, akan menggantikan penggunaan manual Op. Cit. dan Loc. Cit. dengan format short form (Penulis, Judul Singkat, Halaman), yang jauh lebih praktis dan disukai penerbit modern.

Jangan biarkan penulisan manual mengganggu fokus riset Anda!


Ingin menguasai penulisan footnote yang benar dan memahami kapan harus menggunakan Ibid versus Short Form? Temukan penjelasan detail dan bimbingan praktis selama satu bulan bersama para mentor handal di @ruangriset.id! Daftar sekarang dan say goodbye pada penulisan manual!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *