Saat melakukan pendampingan penyusunan media pembelajaran dan modul P5P2RA di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se-Kecamatan Brondong, Lamongan, saya menemukan fakta yang sangat menarik sekaligus reflektif.
Sebagai dosen yang jarang berinteraksi langsung dengan dunia MI, saya menyadari: dunia anak adalah dunia bermain dan eksplorasi. Wajar jika mereka sedikit-sedikit bertanya. Justru, perilaku ini adalah tanda emas.
🌟 Membaca Tanda Cerdas dari Rasa Ingin Tahu
Anak yang suka bertanya, meskipun pertanyaannya ‘nyeleneh’, adalah pertanda mereka memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi dan daya kritis yang sedang berkembang.
Ini adalah bekal paling berharga kelak saat dewasa, baik sebagai mahasiswa, profesional, maupun akademisi.
💔 Trauma Speak Up yang Pernah Saya Rasakan
Sayangnya, realita di lapangan terkadang pahit. Saya sendiri pernah merasakannya:
Saat kecil, guru tidak menjawab pertanyaan saya, bahkan menyuruh saya diam karena dianggap ‘kebanyakan tanya’. Walhasil, saya menjadi kurang percaya diri dan selalu berpikir dua kali sebelum mengemukakan pendapat.
Peristiwa ini mungkin juga terjadi dan pernah dirasakan oleh mahasiswa saya. Ketika berlangsungnya perkuliahan dan sesi diskusi, hanya satu atau dua mahasiswa yang berani speak up, bertanya, atau berargumen. Ini adalah dampak dari lingkungan yang tidak mengapresiasi curiosity.
🔑 Dari Rasa Ingin Tahu, Lahirlah Ilmu Pengetahuan
Rasa ingin tahu adalah mesin penggerak utama dalam dunia akademik.
Bagi Guru/Dosen:
- Wajib Apresiasi: Sebagai seorang pendidik, kita wajib mengapresiasi dan mengarahkan setiap pertanyaan, tidak peduli seberapa sederhananya. Jangan pernah mematikan nyala rasa ingin tahu.
Bagi Mahasiswa/Akademisi:
- Curiosity adalah modal utama saat menulis artikel ilmiah dan hadir di forum ilmiah.
- Dari rasa ingin tahu akan muncul tindakan berupa bertanya (di seminar/forum) atau membaca (referensi).
- Dari bertanya dan membaca itulah, lahirlah Ilmu Pengetahuan—sesuatu yang baru (novelty) atau pemahaman yang lebih dalam.
Singkatnya, tidak ada penelitian tanpa pertanyaan. Jika kita berhenti bertanya, kita berhenti menemukan.
Bagaimana, ada yang tidak sependapat? Mari kita diskusikan cara terbaik untuk memupuk curiosity di lingkungan pendidikan kita!
Silakan save dan share jika bermanfaat! Mari ciptakan lingkungan belajar yang mendorong setiap siswa dan mahasiswa untuk berani bertanya!
